Cara Aku Memanfaatkan Waktu Nganggur

Produktif Saat Nganggur? Bisa Kok

Kali ini aku mau cerita kegiatan aku selama nganggur officiall (dalam arti nganggur belum dapat kerja). Oke.....aku lulus kuliah tahun 2020. Di dunia perkuliahan lulus kuliah terhitung sejak pemberkasan administrasi biasa disebut yudisium. Nah... aku lulus yudisium tanggal 27 Oktober 2020. Ketika aku lulus, banyak banget datang kejadian yang tidak terduga. Salah satunya, aku mendengar kabar bahwa ibuku sakit dan katanya tersuspect COVID-19. Saat itu lagi hangat-hangatnya berita COVID-19 masuk ke Indonesia hingga akhir tahun 2020. Sungguh, pikiranku sangat kacau bahkan aku tidak sempat terpikir untuk melamar pekerjaan setelah aku lulus. Lanjut.....saat aku pulang ke rumah setelah lulus yudisium, bersyukur banget ibuku sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Aku merasa lega meskipun ibuku masih dalam proses pemulihan. Kemudian aku mulai merawat ibuku selama pemulihan. Sekitar 2-3 mingguan, ibuku sudah pulih dan sehat kembali.

Aku baru mulai terbesit dalam pikiran untuk melamar pekerjaan. Saat itu, belum terpikir untuk bekerja di sekolah (background lulusanku dari pendidikan). Jadi, aku memutuskan untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan dengan bekal pengalaman organisasi dan pengalaman sebagai asisten dosen yang pernah aku jalani selama kuliah meskipun ijazahku belum keluar. Aku berharap bisa diterima di salah satu perusahaan dengan berbagai role seperti customer service, administrasi, general affair, purchasing dll. Aku mencari pekerjaan di luar background jurusanku berharap bisa merubah nasib lebih baik lagi. Tapi, ternyata setelah 2 bulan kemudian hingga Januari 2021 belum ada kabar baik perihal lamaran pekerjaan yang sudah aku coba usahakan.

Tepat bulan Januari 2021 juga, ijazahku sudah jadi. Aku mulai bersiap-siap dan bergegas untuk mengambil ijazah di kampus sekalian legalisir ijazah buat melamar pekerjaan. Setelah selesai mengurus legalisiran, aku baru terpikirkan untuk melamar pekerjaan di sekolah. Kemudian aku memutuskan membuat beberapa rangkap lamaran pekerjaan sebagai seorang guru di sekolah domisiliku. Aku baru memasukkan lamaran pekerjaan pada bulan Februari 2021 karena ada satu dan lain hal. Sekitar 4-5 sekolah, sudah aku datangi meskipun tidak ada lowongan pekerjaan sebagai guru. Pikirku tidak masalah karena namanya juga sedang berusaha.

Sempat mengalami demotivasi disaat butuh pekerjaan tapi tak kunjung dapat pekerjaan baik bidang pendidikan atau non pendidikan. Kemudian, aku mulai mengevaluasi diri sendiri, perihal apa yang membuat aku belum dapat kerjaan mulai dari ibadah, sikap, cara berpikir, dan CV. Setelah itu, aku menyadari bahwa aku butuh kemampuan yang bisa menunjang CV aku agar bisa bekerja di perusahaan. Dari apa yang aku amati, perusahaan sekarang membutuhkan karyawan yang bisa bahasa inggris baik itu speaking dan writing serta skill lain yang menunjang posisi pekerjaan. Lalu aku berusaha belajar untuk melatih skill mulai dari memperbaiki kemampuan bahasa inggrisku. Aku membiasakan diri menonton drakor dengan english subtittle, mencatat vocabulary baru dan asing, hingga berlatih speaking sendiri. Semuanya aku lakukan agar bisa bekerja di suatu perusahaan. Sebenarnya memang aku lebih suka bisa bekerja merantau di suatu perusahaan karena aku yakin kemampuanku bisa berkembang terus dan lebih baik. Tapi bukan berarti aku tidak ingin bekerja sebagai guru. Aku juga berharap bisa menerapkan ilmu yang sudah aku dapatkan sesuai dengan background jurusan.

Lanjut, tidak aku sangka bulan Maret 2021 ada informasi tentang lowongan asisten dosen. Kalo dari jurusanku asisten dosen lebih mengarah ketika praktikum. Jadi biasa disebut dengan asisten praktikum. Nah, asisten praktikum ini tugasnya sama saja seperti asisten dosen perbedannya kalo asisten praktikum membantu mahasiswa ketika praktik langsung di lapangan sedangkan kalo asisten dosen biasanya membantu dosen ketika mengajar di kelas. Ketika ada lowongan asisten praktikum. Aku langsung daftar posisi itu. Meskipun sudah lulus kuliah, aku bersyukur diberikan kesempatan untuk menjadi asisten praktikum lagi. Saat itu, kegiatan praktikumnya dilaksanakan secara online. Tugas asisten praktikum memberikan pengarahan dan bimbingan untuk mahasiswa semester bawah secara online via google meet. Bersyukurnya lagi aku diterima sebagai asisten praktikum pada 2 mata kuliah yang berbeda. Selama 1 semester itu, aku beruntung menjadi asisten praktikum karena bisa membagikan pengetahuan yang sudah aku dapatkan kepada mahasiswa sehingga ilmu yang pernah aku pelajari jadi semakin teringat dalam pikiranku dan berharap bisa menjadi memori jangka panjang.

Selain menjadi asisten praktikum, aku meluangkan waktu dengan memperbaiki skill bahasa inggris dan mencoba lagi untuk apply di perusahaan. Akhirnya aku mendapat panggilan wawancara di perusahan startup education sebagai telemarketing. Sebelumnya aku sudah mencari tahu dulu terkait jobdesk telemarketing ini. Ketika tahap offering letter untuk masa probation, aku berdiskusi dengan orangtua dan menimbang-nimbang berbagai hal. Akhirnya berujung pada keputusan bahwa orangtuaku kurang mendukung untuk bekerja di bidang itu. Baiklah, kali ini belum rejeki.

Kemudian aku teringat akan informasi kartu prakerja yang memberikan kesempatan untuk meningkatkan skill dengan tujuan untuk bekal mencari kerja atau yang sudah bekerja. Beruntungnya, bulan Agustus sekitar 4 hari sebelum ulang tahunku (re: 29 Agustus), aku mendapat kesempatan mengikuti program kartu prakerja. Senang sekali rasanya, ditambah lagi jurnal penelitian skripsiku sudah terbit. Rasanya seperti diberikan kado ulang tahun yang tidak ternilai, disaat masih menganggur.

Aku mulai memanfaatkan program kartu prakerja untuk meningkatkan skill yang lain dan yang aku minati. Selain itu, aku juga tetap apply kerjaan di sekolah. Hampir 10 berkas surat lamaran sudah aku apply ke sekolah lagi. Tak lupa, juga memperbaiki CV untuk melamar pekerjaan di bidang yang bukan pendidikan. Sembari belajar skill baru dari kartu prakerja, aku juga apply kerjaan di perusahaan melalui situs jobportal dan email perusahaan langsung.

Bulan November 2021, mendapat kabar yang menyenangkan bahwa aku mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi Future Leadership Development Program di PT Avo Innovation Technology. Perlu diingat, sebelumnya aku sudah mendaftar program ini. Meskipun, baru mengikuti seleksi tapi rasanya senang banget dapat kesempatan baik ini yang sebelumnya tidak pernah aku dapatkan. Motivasiku ingin menjadi bagian dari PT Avo dan bekerja di ranah beauty industry. Tapi sayangnya, aku hanya sampai pada tahap psikotes saja. Mungkin memang belum rejekinya disitu. Aku syukuri saja karena hal yang aku percayai adalah akan ada pintu rejeki lain yang terbuka lebar.

Selang beberapa lama, mendapat kabar lagi bahwa aku mendapatkan kesempatan mengajar di sekolah sebagai seorang guru. Beruntungnya aku diperbolehkan masuk kerja awal bulan Desember 2021. Teramat sangat beryukur, karena akhirnya aku mempunyai kesempatan untuk bekerja.

Dari apa yang aku alami, rasakan dan jalani selama menganggur hampir 1 tahun 1 bulan ada pesan yang sangat berarti dan aku resapi sendiri bahwa terkadang ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan atau rencana kita sendiri. Namun, dibalik ketidaksesuaian realita seperti yang diharapkan itu, aku belajar untuk bersabar, bersyukur dan belajar untuk menerima segala hal yang unexpected di luar kendali aku sendiri, tetapi perlu diingat harus berusaha sebelum kita menyerahkan segalanya kepada Allah SWT.

*Bonus Pict kenangan apply di perusahaan

[Tetapi masih berharap kalo ada kesempatan bisa kerja di perusahaan akan aku manfaatkan dengan sebaik mungkin] 


Pict pernah ikut seleksi psikotes di PT AVO Innovation Technology


Pict penolakan dari PT AVO Innovation Technology

Pict pernah apply di perusahaan lain




 

 


0 comments:

Posting Komentar