KUTIPAN DRAMA

Kemajuan Membutakan Kepedulian


Aku terpikir akan suatu hal yang berhubungan dengan kemajuan. Kemajuan dalam hal pengetahuan, dan teknologi. Kemajuan memang membawa perubahan yang lebih baik, tetapi jika jatuh di tangan orang yang tepat. Kemajuan akan mengantarkan pada kemakmuran dalam hidup. Sebaliknya jika kemajuan itu jatuh pada orang yang tidak tepat, tentunya akan menjadi jembatan menuju kehancuran. Ada banyak hal yang bisa menjadi hancur, diantaranya rasa kepedulian, jiwa kemanusiaan, dan keserasian. Keserasian terhadap alam, maksudku adalah semakin maju suatu negara akankah keseimbangan alam tetap terjaga? akankah teknologi yang semakin berkembang dan canggih tetap ramah terhadap alam? Bagaimana dengan makhluk hidup yang mendiami di suatu alam yang murni? Dalam artian bahwa alam itu belum pernah terjamah oleh manusia. Dan kita juga berani mengubah bentuk-bentuk alam hanya untuk memenuhi kepuasan sendiri. Dan ketika teknologi masa kini semakin canggih, tanpa disadari kita sebagai manusia telah memanfaatkan alam murni itu  dengan cara yang tidak bijaksana untuk kepentingan peradaban yang lebih maju. Sungguh, menyakitkan jika melihat kemurnian alam rusak hanya karena keserakahan manusia. Dimana rasa kepedulian kita terhadap alam yang sudah senantiasa menyediakan segala kebutuhan hidup sehari-hari? Apakah kita tidak punya rasa malu? 

Aku kira bahwa semua makhluk hidup yang ada di bumi ini akan saling menghargai artinya kehidupan. Tidak hanya sesama manusia, tapi juga manusia dengan hewan dan tumbuhan. Tetapi dalam kehidupan nyata tidak berlaku. Karena pada dasarnya manusia mempunyai akal dan pikiran untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang gemilang. Itu akan selalu terjadi. Bahwa setiap waktu manusia akan menemukan pengetahuan baru dan menciptkan teknologi yang semakin praktis bahkan bisa mengancam bumi itu sendiri. Meskipun sebagian besar tahu jika itu bisa mengancam kehidupannya suatu hari nanti. Aneh memang, hal itu tetap dilakukan terus menerus. Tidak ada salahnya jika manusia haus akan ilmu dan kemajuan teknologi. Tetapi yang menjadi miris itu jika orientasi terhadap kemajuan tidak mempertimbangkan berbagai hal yang akan mengarah pada ketidakstabilan alam. Aku yakin manusia bahagia jika kehidupan alam dan kemajuan terutama teknologi bisa seimbang. 

KEBOHONGAN

Penutup Luka


Aku sedang mengalami fase dimana aku seperti terjebak dalam jeruji  penjara. Ada banyak hal yang aku alami dalam satu bulan ini dan sungguh mengejutkan. Di saat itulah aku benar-benar membutuhkan bantuan orang lain yang bisa kupercaya. Pikiranku sangat penuh dan moodku selalu berubah lebih sering daripada biasanya. Apa kalian mengerti apa yang aku rasakan? Sangat tidak menyenangkan. Aku yakin setiap orang pernah mengalami fase-fase sulit. Bagiku, kejadian yang menimpa diriku temasuk suatu hal yang sulit. Aku berharap orang lain tidak menganggap enteng hal itu. Karena setiap manusia mempunyai kekuatan mental yang berbeda. Kadang kala dalam satu hari aku menangis tersedu sedu meratapi diriku yang begitu bodoh dan lemah. Dan di hari esoknya, aku kembali ceria seolah tidak ada hal-hal buruk yang terjadi. Terkadang aku sangat marah pada diriku sendiri, kecewa dan ingin rasanya melukai diri sendiri. Tidak lah mudah melalui fase yang mana kita harus bisa berdamai dengan keadaan diri sendiri ataupun keadaan di luar diri kita. Aku mencoba untuk menceritakan kesulitan yang sedang aku alami. Memang ada beberapa orang yang bersedia mendengarkan ceritaku atau kadang karena aku terlalu lelah untuk menyimpannya tanpa sengaja aku menceritakan kejadian yang membuatku terluka. Terlihat miris seolah tidak ada teman untuk bercerita. Akan tetapi, bagiku semakin sedikit orang yang tahu membuat perasaanku terjaga. Ya.... pernah aku berbohong hanya untuk melindungi diriku sendiri. Aku terlihat seperti orang yang egois. Aku pikir itu dapat membantuku mengalihkan pikiranku dari perasaan sedih yang sedang menyelimuti diriku untuk saat ini. Apakah aku berlebihan? Mungkin bagi orang lain itu hal yang biasa tapi bagiku sebaliknya. Tentu saja, aku belajar dari apa yang aku alami. Mestinya aku berharap kejadian buruk itu tidak terjadi lagi. Aku juga berusaha melihat dari sisi baiknya. Karena jika aku terus menerus memikirkan hal-hal buruk itu bisa menghambat diriku untuk bangkit dan keluar dari jeruji kegelisahan. Aku tidak mau terus menerus berada di ruangan gelap yang menakutkan. Aku harap tidak ada yang salah memahami tulisanku ini. Akupun tidak menginginkan jika ada seseorang yang mengalami hal serupa sepertiku. Aku percaya segalanya akan berjalan baik-baik saja. Tidak perlu cemas.