Cara Aku Memanfaatkan Waktu Nganggur

Produktif Saat Nganggur? Bisa Kok

Kali ini aku mau cerita kegiatan aku selama nganggur officiall (dalam arti nganggur belum dapat kerja). Oke.....aku lulus kuliah tahun 2020. Di dunia perkuliahan lulus kuliah terhitung sejak pemberkasan administrasi biasa disebut yudisium. Nah... aku lulus yudisium tanggal 27 Oktober 2020. Ketika aku lulus, banyak banget datang kejadian yang tidak terduga. Salah satunya, aku mendengar kabar bahwa ibuku sakit dan katanya tersuspect COVID-19. Saat itu lagi hangat-hangatnya berita COVID-19 masuk ke Indonesia hingga akhir tahun 2020. Sungguh, pikiranku sangat kacau bahkan aku tidak sempat terpikir untuk melamar pekerjaan setelah aku lulus. Lanjut.....saat aku pulang ke rumah setelah lulus yudisium, bersyukur banget ibuku sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Aku merasa lega meskipun ibuku masih dalam proses pemulihan. Kemudian aku mulai merawat ibuku selama pemulihan. Sekitar 2-3 mingguan, ibuku sudah pulih dan sehat kembali.

Aku baru mulai terbesit dalam pikiran untuk melamar pekerjaan. Saat itu, belum terpikir untuk bekerja di sekolah (background lulusanku dari pendidikan). Jadi, aku memutuskan untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan dengan bekal pengalaman organisasi dan pengalaman sebagai asisten dosen yang pernah aku jalani selama kuliah meskipun ijazahku belum keluar. Aku berharap bisa diterima di salah satu perusahaan dengan berbagai role seperti customer service, administrasi, general affair, purchasing dll. Aku mencari pekerjaan di luar background jurusanku berharap bisa merubah nasib lebih baik lagi. Tapi, ternyata setelah 2 bulan kemudian hingga Januari 2021 belum ada kabar baik perihal lamaran pekerjaan yang sudah aku coba usahakan.

Tepat bulan Januari 2021 juga, ijazahku sudah jadi. Aku mulai bersiap-siap dan bergegas untuk mengambil ijazah di kampus sekalian legalisir ijazah buat melamar pekerjaan. Setelah selesai mengurus legalisiran, aku baru terpikirkan untuk melamar pekerjaan di sekolah. Kemudian aku memutuskan membuat beberapa rangkap lamaran pekerjaan sebagai seorang guru di sekolah domisiliku. Aku baru memasukkan lamaran pekerjaan pada bulan Februari 2021 karena ada satu dan lain hal. Sekitar 4-5 sekolah, sudah aku datangi meskipun tidak ada lowongan pekerjaan sebagai guru. Pikirku tidak masalah karena namanya juga sedang berusaha.

Sempat mengalami demotivasi disaat butuh pekerjaan tapi tak kunjung dapat pekerjaan baik bidang pendidikan atau non pendidikan. Kemudian, aku mulai mengevaluasi diri sendiri, perihal apa yang membuat aku belum dapat kerjaan mulai dari ibadah, sikap, cara berpikir, dan CV. Setelah itu, aku menyadari bahwa aku butuh kemampuan yang bisa menunjang CV aku agar bisa bekerja di perusahaan. Dari apa yang aku amati, perusahaan sekarang membutuhkan karyawan yang bisa bahasa inggris baik itu speaking dan writing serta skill lain yang menunjang posisi pekerjaan. Lalu aku berusaha belajar untuk melatih skill mulai dari memperbaiki kemampuan bahasa inggrisku. Aku membiasakan diri menonton drakor dengan english subtittle, mencatat vocabulary baru dan asing, hingga berlatih speaking sendiri. Semuanya aku lakukan agar bisa bekerja di suatu perusahaan. Sebenarnya memang aku lebih suka bisa bekerja merantau di suatu perusahaan karena aku yakin kemampuanku bisa berkembang terus dan lebih baik. Tapi bukan berarti aku tidak ingin bekerja sebagai guru. Aku juga berharap bisa menerapkan ilmu yang sudah aku dapatkan sesuai dengan background jurusan.

Lanjut, tidak aku sangka bulan Maret 2021 ada informasi tentang lowongan asisten dosen. Kalo dari jurusanku asisten dosen lebih mengarah ketika praktikum. Jadi biasa disebut dengan asisten praktikum. Nah, asisten praktikum ini tugasnya sama saja seperti asisten dosen perbedannya kalo asisten praktikum membantu mahasiswa ketika praktik langsung di lapangan sedangkan kalo asisten dosen biasanya membantu dosen ketika mengajar di kelas. Ketika ada lowongan asisten praktikum. Aku langsung daftar posisi itu. Meskipun sudah lulus kuliah, aku bersyukur diberikan kesempatan untuk menjadi asisten praktikum lagi. Saat itu, kegiatan praktikumnya dilaksanakan secara online. Tugas asisten praktikum memberikan pengarahan dan bimbingan untuk mahasiswa semester bawah secara online via google meet. Bersyukurnya lagi aku diterima sebagai asisten praktikum pada 2 mata kuliah yang berbeda. Selama 1 semester itu, aku beruntung menjadi asisten praktikum karena bisa membagikan pengetahuan yang sudah aku dapatkan kepada mahasiswa sehingga ilmu yang pernah aku pelajari jadi semakin teringat dalam pikiranku dan berharap bisa menjadi memori jangka panjang.

Selain menjadi asisten praktikum, aku meluangkan waktu dengan memperbaiki skill bahasa inggris dan mencoba lagi untuk apply di perusahaan. Akhirnya aku mendapat panggilan wawancara di perusahan startup education sebagai telemarketing. Sebelumnya aku sudah mencari tahu dulu terkait jobdesk telemarketing ini. Ketika tahap offering letter untuk masa probation, aku berdiskusi dengan orangtua dan menimbang-nimbang berbagai hal. Akhirnya berujung pada keputusan bahwa orangtuaku kurang mendukung untuk bekerja di bidang itu. Baiklah, kali ini belum rejeki.

Kemudian aku teringat akan informasi kartu prakerja yang memberikan kesempatan untuk meningkatkan skill dengan tujuan untuk bekal mencari kerja atau yang sudah bekerja. Beruntungnya, bulan Agustus sekitar 4 hari sebelum ulang tahunku (re: 29 Agustus), aku mendapat kesempatan mengikuti program kartu prakerja. Senang sekali rasanya, ditambah lagi jurnal penelitian skripsiku sudah terbit. Rasanya seperti diberikan kado ulang tahun yang tidak ternilai, disaat masih menganggur.

Aku mulai memanfaatkan program kartu prakerja untuk meningkatkan skill yang lain dan yang aku minati. Selain itu, aku juga tetap apply kerjaan di sekolah. Hampir 10 berkas surat lamaran sudah aku apply ke sekolah lagi. Tak lupa, juga memperbaiki CV untuk melamar pekerjaan di bidang yang bukan pendidikan. Sembari belajar skill baru dari kartu prakerja, aku juga apply kerjaan di perusahaan melalui situs jobportal dan email perusahaan langsung.

Bulan November 2021, mendapat kabar yang menyenangkan bahwa aku mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi Future Leadership Development Program di PT Avo Innovation Technology. Perlu diingat, sebelumnya aku sudah mendaftar program ini. Meskipun, baru mengikuti seleksi tapi rasanya senang banget dapat kesempatan baik ini yang sebelumnya tidak pernah aku dapatkan. Motivasiku ingin menjadi bagian dari PT Avo dan bekerja di ranah beauty industry. Tapi sayangnya, aku hanya sampai pada tahap psikotes saja. Mungkin memang belum rejekinya disitu. Aku syukuri saja karena hal yang aku percayai adalah akan ada pintu rejeki lain yang terbuka lebar.

Selang beberapa lama, mendapat kabar lagi bahwa aku mendapatkan kesempatan mengajar di sekolah sebagai seorang guru. Beruntungnya aku diperbolehkan masuk kerja awal bulan Desember 2021. Teramat sangat beryukur, karena akhirnya aku mempunyai kesempatan untuk bekerja.

Dari apa yang aku alami, rasakan dan jalani selama menganggur hampir 1 tahun 1 bulan ada pesan yang sangat berarti dan aku resapi sendiri bahwa terkadang ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan atau rencana kita sendiri. Namun, dibalik ketidaksesuaian realita seperti yang diharapkan itu, aku belajar untuk bersabar, bersyukur dan belajar untuk menerima segala hal yang unexpected di luar kendali aku sendiri, tetapi perlu diingat harus berusaha sebelum kita menyerahkan segalanya kepada Allah SWT.

*Bonus Pict kenangan apply di perusahaan

[Tetapi masih berharap kalo ada kesempatan bisa kerja di perusahaan akan aku manfaatkan dengan sebaik mungkin] 


Pict pernah ikut seleksi psikotes di PT AVO Innovation Technology


Pict penolakan dari PT AVO Innovation Technology

Pict pernah apply di perusahaan lain




 

 


5 Fakta Tentang Aku (Penulis) Yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Fakta Tentang Aku


    Halo semuanya, udah lama banget aku ngga memposting tulisan di blog. Di akhir bulan Januari 2021 ini, aku lagi kepikiran buat sedikit fakta tentang diriku sendiri. Kenapa sih perlu dituliskan fakta tentang diri sendiri? Hm..., mungkin sebagian besar orang akan berpikiran bahwa fakta seperti ini tidak perlu diungkap dalam tulisan. Tetapi, perlu diketahui kalo fakta tentang diri sendiri ini dapat membantu orang lain untuk lebih mengenal diri kita sendiri. Selain itu, kepribadianku yang cenderung tertutup mungkin membuat sebagain orang yang kenal denganku merasa bahwa aku sebagai sosok yang misterius dan enggan bersosialisasi.  Namun, sebenarnya aku bukanlah sosok yang demikian. Oleh karena itu, dengan menuliskannya di blog ini, aku harap dapat memberikan sedikit gambaran tentang diriku.

    Fakta tentang diriku yang aku tuliskan disini bukanlah jumlah fakta yang sebenarnya. Maksudnya gimana? Perlu kamu ketahui bahwa setiap orang mempunyai fakta tentang diri sendiri dengan jumlah yang ngga sedikit. Tentu fakta yang akan mereka ceritakan atau ungkapkan hanya beberapa dari sekian banyak fakta saja. Hal itu karena setiap manusia mempunyai hak privasi terhadap diri mereka sendiri yang mungkin bagi mereka termasuk aku tidak perlu diceritakan. Baiklah... daripada terlalu lama basa basinya, langsung aja disimak 5 fakta tentangku di bawah ini:

5 Fakta Tentang Penulis (Aku)

Inilah sedikit fakta tentang aku yang mungkin kamu belum tahu

1. Anak Perempuan Pertama Dalam Keluarga
    
  Fakta yang pertama, aku adalah anak perempuan pertama di keluarga. Mungkin tidak sedikit orang tua mengharapkan anak pertamanya menjadi seseorang yang bisa menjadi panutan dan dapat membanggakan orang tuanya. Sama halnya dengan orang tuaku yang selalu memberikan dukungan untuk anak pertamanya. Orang tuaku pun mempunyai harapan besar terhadapku. Aku sebagai anak perempuan pertama juga menyadari perihal kewajiban dan langkah yang harus aku lakukan untuk mewujudkan harapan orang tuaku.  

2. Saudaraku Punya Unsur Nama Panggilanku (Penulis)

   Fakta yang kedua, aku mempunyai adik perempuan dan laki-laki dengan unsur nama panggilanku. Nama panggilanku sejujurnya merupakan nama panggilan buat anak cowo. Aku sendiri merasa ngga nyaman dengan nama panggilanku. Tapi ya sudahlah karena semua orang sudah memangilku dengan nama itu maka aku biarkan hingga sekarang ini. Nama panggilanku itu "Nadif". Nah..., nama panggilan itu melekat pada nama panjang saudaraku. Fyi aja, panggilanku ini sebenarnya ada ceritanya juga, tapi kali ini kita fokus pada fakta tentang diriku aja.

3. Jarang Ngejokes Sering Serius
    
   Fakta yang ketiga, beberapa temenku lebih banyak bosan kalo lagi ngobrol bareng sama aku. Kok bisa sih? Bosennya kenapa ya kira-kira? Hm..., kalo dari pengamatanku sendiri setiap kali aku membicarakan suatu hal dengan temanku. Aku selalu mengaitkannya dengan kehidupan dan pembicaraan yang mulanya santai berubah jadi serius. Maka dari itu, jangan heran ya kalo aku ngga bisa buat jokes, dan kadang aku ngga bisa merespon jokes temenku. Mungkin hal itulah yang membuat bosan. Tapi seiring bertambahnya usia, aku mencoba untuk memahami dan mengikuti pola dan genre obrolan temenku. Karena komunikasi yang nyambung dan bisa seirama meskipun berbeda pendapat pasti akan sangat menyenangkan bukan?

4. Menyukai Seni 
   
    Fakta yang keempat, aku termasuk orang yang suka dengan seni tapi ngga jago di bidang seni. Bisa dibilang aku seorang penikmat seni. Seni apa aja sih yang disukai? Oke..., aku sebutin seni yang aku sukai ada musik, tarian, gambar, dan tulisan. Aku bakal tegasin disini bahwa aku mempunyai selera seni sendiri dalam macam seni yang aku sebutkan tadi. Meskipun aku tidak mempunyai bakat dalam bidang kesenian, entah mengapa aku mempunyai keinginan yang besar untuk mendalami dan mempelajari seni. Bagiku, seni merupakan suatu bentuk kebebasan yang positif dan menyenangkan.

5. Sering Melow
  
  Fakta yang kelima, aku merasakan yang mereka alami tiap kali aku melihat, membaca atau mendengarkan hal yang membuatku tersentuh. Setiap kali aku mengalami perasaan seperti ini membuatku hampir menangis. Tetapi, aku menahan tetesan air mata yang mendesakku agar bisa keluar. Tetap saja, aku tidak akan mudah menangis di hadapan banyak orang bahkan orang-orang terdekatku. 

Itulah fakta-fakta tentang diriku. Mungkin saja fakta-fakta dalam diriku ini juga ada pada kalian dengan versi cerita yang berbeda. Happy reading ^^

Gelagak Kata

-----,------


Kekhawatiranku akan masa depan 
Mungkin tidak layak untuk diceritakan 
Tetapi terkadang aku tidak merasakan keadilan
Membuatku geram dari setiap kejadian
.
.
Aku terus menyudutkan keadaan
Tetapi berujung dengan kekecewaan
Aku menyadari suatu keganjalan
Membuatku menjajaki setiap pemikiran
Perihal yang membuatku nyaris menyerah dengan perjuangan
.
Tetapi ada yang perlu dipertaruhkan 
Wajah tersenyum menunjukkan kebahagiaan 
Wajah orang tua yang senantiasa melimpahkan kasih sayang dengan ketulusan
.
Sungguh jika aku tidak meruntuhkan benteng keegoisan 
Aku akan berdiam diri tanpa perbuatan dan penyesalan
Kebahagiaan orang tuaku menjadi akar kekuatan
.
Mungkin tidaklah tepat untuk menceritakan keluhan 
Tapi apa daya 
Aku berharap tidak tergelincir dalam jurang kecemasan

Cuplikan #1


Tokoh Figuran


Darimana aku harus memulai tulisan ini? Bodohnya kenapa aku menanyakan hal itu di awal tulisan? Sangat tidak lucu ya? Mari kita mulai, anggap saja aku sedang ber-halu ditulisan ini. Aku menyadari bahwa segala hal yang terjadi padaku terkadang terlalu tiba-tiba dan belum siap untuk aku hadapi. Kenapa? ya tentunya kita sudah membuat daftar rentetan rencana yang sekiranya bisa berjalan dengan baik tetapi malah sebaliknya. Apa yang direncanakan terkadang memang tidak sesuai ekspektasi. Memang kita seharusnya hanya berusaha selayaknya tokoh yang sedang berperan dalam kehidupan. Begitulah, kita tidak asing bukan mendengar kalimat bahwa dunia ini merupakan panggung sandiwara. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha dan tidak lupa untuk berdoa. Tentu... dalam menjalankan peran di kehidupan kadang kala aku merasa menjadi tokoh yang dikesampingkan dan sering diabaikan. Layaknya sebuah drama dimana tokoh utama yang selalu mendapat perhatian dan pujian. Sejujurnya, bukan persoalan tentang perhatian atau segala tetek bengeknya. Memang tokoh utama selalu disoroti dengan cahaya matahari. Lantas bagaimana dengan tokoh figuran? Haha pasti tau sendirilah. Di saat tokoh utama sedang beraksi di stage, semua penonton hanya akan tertuju dengan tokoh utama. Aneh si kenapa aku membahas tokoh figuran. Di waktu tertentu beberapa proses kehidupan berjalan dengan semestinya. Tapi ada kalanya aku menjadi tokoh figuran dalam drama kehidupan seseorang. Sungguh ironi bukan? Aku tidak bisa mengubah diriku sendiri untuk menentukan takdirku sendiri ketika bersinggungan dengan drama kehidupan seseorang. Aku yakin setiap orang punya cerita masing-masing dengan kehidupannya. Dan aku pikir, setiap orang akan menjadi tokoh utama dalam cerita kehidupannya masing-masing. Entahlah akupun mulai bingung melanjutkan tulisan ini. Jadi sebenarnya apa yang sedang aku tulis?
        Aku bukanlah tipikal manusia yang suka mendapat perhatian di tengah kerumunan banyak orang. Tetapi aku kesal ketika ceritaku bersinggungan ataupun tidak dengan orang lain tetapi aku mengalami banyak kejadian. kenapa hal itu bisa terjadi dan membuatku selalu bertanya-tanya kesalahan apa yang aku lakukan? Kenapa disaat aku ingin mengubahnya aku tidak bisa melakukan hal itu? Aku pikir ini bisa menjadi salah satu challange. Setiap cerita kehidupan masing-masing manusia juga punya tantangannya sendiri. Tetapi aku benci jika beberapa challange membuatku terjebak pada box yang tertutup dan rapat yang membuatku sesak. Maaf terlihat berlebihan. Bagiku bisa melewati hari demi hari dengan perasaan senang dan bahagia itu menjadi salah satu kemajuan kecil. Bagaimana aku harus menjelaskan hal ini? Balik lagi ke topik tentang tokoh figuran. Aku hanya ingin mengubah takdirku dikala aku berada dalam drama kehidupan orang lain. Karena disaat aku berada dalam lingkaran drama kehidupan seseorang, sebagai tokoh figuran tidak begitu banyak hal yang bisa dilakukan. Mungkin jika aku tidak menyadari bahwa aku sebagai bagian dari pemeran dalam drama kehidupan seseorang. Aku akan merasa lebih baik dan menjalani kehidupan seperti biasanya, tanpa memkirkan hal konyol seperti ini. Ketika aku mulai menyadari bahwa ternyata aku menjadi tokoh figuran yang tidak bisa menentukan nasibku sendiri pastinya akan melelahkan dan menjengkelkan. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mencoba dan mengubah suatu ketidakmungkinan menjadi mungkin. Meskipun kemungkinan kecil dan aku bukan tokoh utama. Tapi setiap manusia mempunyai preferensi dan cara masing-masing untuk survive dan membuat ceritanya sendiri. Dan aku yakin setiap orang bisa mengubah takdirnya. Abaikanlah tulisan dari awal sampe akhir. Kelihatan absurd ya? Namanya juga halu. 


KUTIPAN DRAMA

Kemajuan Membutakan Kepedulian


Aku terpikir akan suatu hal yang berhubungan dengan kemajuan. Kemajuan dalam hal pengetahuan, dan teknologi. Kemajuan memang membawa perubahan yang lebih baik, tetapi jika jatuh di tangan orang yang tepat. Kemajuan akan mengantarkan pada kemakmuran dalam hidup. Sebaliknya jika kemajuan itu jatuh pada orang yang tidak tepat, tentunya akan menjadi jembatan menuju kehancuran. Ada banyak hal yang bisa menjadi hancur, diantaranya rasa kepedulian, jiwa kemanusiaan, dan keserasian. Keserasian terhadap alam, maksudku adalah semakin maju suatu negara akankah keseimbangan alam tetap terjaga? akankah teknologi yang semakin berkembang dan canggih tetap ramah terhadap alam? Bagaimana dengan makhluk hidup yang mendiami di suatu alam yang murni? Dalam artian bahwa alam itu belum pernah terjamah oleh manusia. Dan kita juga berani mengubah bentuk-bentuk alam hanya untuk memenuhi kepuasan sendiri. Dan ketika teknologi masa kini semakin canggih, tanpa disadari kita sebagai manusia telah memanfaatkan alam murni itu  dengan cara yang tidak bijaksana untuk kepentingan peradaban yang lebih maju. Sungguh, menyakitkan jika melihat kemurnian alam rusak hanya karena keserakahan manusia. Dimana rasa kepedulian kita terhadap alam yang sudah senantiasa menyediakan segala kebutuhan hidup sehari-hari? Apakah kita tidak punya rasa malu? 

Aku kira bahwa semua makhluk hidup yang ada di bumi ini akan saling menghargai artinya kehidupan. Tidak hanya sesama manusia, tapi juga manusia dengan hewan dan tumbuhan. Tetapi dalam kehidupan nyata tidak berlaku. Karena pada dasarnya manusia mempunyai akal dan pikiran untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang gemilang. Itu akan selalu terjadi. Bahwa setiap waktu manusia akan menemukan pengetahuan baru dan menciptkan teknologi yang semakin praktis bahkan bisa mengancam bumi itu sendiri. Meskipun sebagian besar tahu jika itu bisa mengancam kehidupannya suatu hari nanti. Aneh memang, hal itu tetap dilakukan terus menerus. Tidak ada salahnya jika manusia haus akan ilmu dan kemajuan teknologi. Tetapi yang menjadi miris itu jika orientasi terhadap kemajuan tidak mempertimbangkan berbagai hal yang akan mengarah pada ketidakstabilan alam. Aku yakin manusia bahagia jika kehidupan alam dan kemajuan terutama teknologi bisa seimbang. 

KEBOHONGAN

Penutup Luka


Aku sedang mengalami fase dimana aku seperti terjebak dalam jeruji  penjara. Ada banyak hal yang aku alami dalam satu bulan ini dan sungguh mengejutkan. Di saat itulah aku benar-benar membutuhkan bantuan orang lain yang bisa kupercaya. Pikiranku sangat penuh dan moodku selalu berubah lebih sering daripada biasanya. Apa kalian mengerti apa yang aku rasakan? Sangat tidak menyenangkan. Aku yakin setiap orang pernah mengalami fase-fase sulit. Bagiku, kejadian yang menimpa diriku temasuk suatu hal yang sulit. Aku berharap orang lain tidak menganggap enteng hal itu. Karena setiap manusia mempunyai kekuatan mental yang berbeda. Kadang kala dalam satu hari aku menangis tersedu sedu meratapi diriku yang begitu bodoh dan lemah. Dan di hari esoknya, aku kembali ceria seolah tidak ada hal-hal buruk yang terjadi. Terkadang aku sangat marah pada diriku sendiri, kecewa dan ingin rasanya melukai diri sendiri. Tidak lah mudah melalui fase yang mana kita harus bisa berdamai dengan keadaan diri sendiri ataupun keadaan di luar diri kita. Aku mencoba untuk menceritakan kesulitan yang sedang aku alami. Memang ada beberapa orang yang bersedia mendengarkan ceritaku atau kadang karena aku terlalu lelah untuk menyimpannya tanpa sengaja aku menceritakan kejadian yang membuatku terluka. Terlihat miris seolah tidak ada teman untuk bercerita. Akan tetapi, bagiku semakin sedikit orang yang tahu membuat perasaanku terjaga. Ya.... pernah aku berbohong hanya untuk melindungi diriku sendiri. Aku terlihat seperti orang yang egois. Aku pikir itu dapat membantuku mengalihkan pikiranku dari perasaan sedih yang sedang menyelimuti diriku untuk saat ini. Apakah aku berlebihan? Mungkin bagi orang lain itu hal yang biasa tapi bagiku sebaliknya. Tentu saja, aku belajar dari apa yang aku alami. Mestinya aku berharap kejadian buruk itu tidak terjadi lagi. Aku juga berusaha melihat dari sisi baiknya. Karena jika aku terus menerus memikirkan hal-hal buruk itu bisa menghambat diriku untuk bangkit dan keluar dari jeruji kegelisahan. Aku tidak mau terus menerus berada di ruangan gelap yang menakutkan. Aku harap tidak ada yang salah memahami tulisanku ini. Akupun tidak menginginkan jika ada seseorang yang mengalami hal serupa sepertiku. Aku percaya segalanya akan berjalan baik-baik saja. Tidak perlu cemas. 

MOOD #2

Gerumulan Di Pikiran


Setiap aku melihat sesuatu atau mendengar suatu hal. Selalu saja terbesit di pikiranku dengan mengaitkan segala sesuatu yang kemudian menjadi sebuah naskah di otakku. Terkesan berlebihan menyebutnya sebagai naskah. Tapi setiap kali aku kepikiran akan suatu kejadian atau apa yang aku dengar. Secara spontan, pikiranku seolah olah sedang bercerita sesuatu yang berkaitan dengan hal itu dan merangkai kata-kata yang bisa dipadukan jadi beberapa kalimat yang harus dituangkan entah dalam bentuk tulisan atau gambar. Meskipun gambarku tidak terdefinisi alias buruk dan rangkaian kata yang kubuat juga belum sempurna. 

Aku merasa terusik jika rangkaian kata yang aku pikirkan tidak diwujudkan dalam arti tertulis. Perasaan lega akan muncul ketika aku berhasil menuliskannya. 

Kata-kata itu seolah olah mengejarku terus menerus. Dan itu membutaku stress sesaat. Kemudian digantikan dengan kata lain yang bahkan mungkin kata-kata sebelimnya belum tertulis. Semakin menumpuk semakin kepikiran. Sekeras apapun aku berusaha mengalihkannya tetap saja akan muncul kembali. Jadi lebih baik aku menuliskannya. That's make me feel so free. *After that//I write it*

Mungkin tulisan kali ini terlihat tidak rapih dan berantakan. But,... i don't care



Sudut Pandang Ayah

Pembelaan yang Tertolak


Kejadian itu bermula saat aku sedang ada diskusi dengan beberapa teman. Itu merupakan diskusi dadakan yang bahkan aku tak tahu jika akan berujung dengan luapan amarah dari masing masing personal. Siapa yang tahu jika hari itu akan menunjukkan sisi sesungguhnya dari seorang leader? Wah.... sungguh di luar dugaanku.

Setiap permasalahan bisa dibicarakan baik-baik tanpa perlu dengan berteriak keras dan menunjukkan kekuasaan orang tersebut. Ironi sekali melihat seseorang berlagak seperti itu.

Ketika seseorang dalam kondisi marah dan berteriak juga seolah olah dirinya membuktikan sebagai orang yang paling kuat dan ditakuti. Menurutku tidak tampak seperti itu tetapi malah terlihat seperti orang yang menyedihkan.

Suatu waktu, aku menceritakan kejadian itu pada ayahku. Sungguh di luar pemikiranku. Aku berharap jika ayahku akan membelaku dan mendukung pendapatku. Tetapi, sebaliknya ayahku hanya mengatakan bahwa " itulah kehidupan". "Hidup tidak hanya mengenal satu atau dua orang, satu desa atau lain desa, tetapi lebih dari. Setiap hari, bertemu dengan orang dan berinteraksi dengan orang. Setiap orang punya karakter yang berbeda. Itulah hal yang menguji setiap orang. Bagaimana cara kita menanggapi karakter orang yang berbeda. Itulah hal yang akan menjadi pelajaran hidup". Kurang lebih ayahku berkata demikian.

Aku mengira, ayahku akan berada di pihakku dan akan mengkritik orang yang aku ceritakan. Tetapi dugaanku salah besar. Ayahku justru menasehatiku. Bahwa itu adalah bagian dari kehidupan.

Sepertinya, kejadian saat itu menjadi secuil pelajaran baru yang aku dapatkan.

KARTU KEBERUNTUNGAN

PENERIMAAN


Setiap orang mempunyai kartu keberuntungan masing-masing. Akan tetapi, disaat kartu itu tidak berfungsi dengan semestinya. Pikiran-pikiran aneh dan negatif muncul begitu saja hingga bisa merusak mood seseorang. Perasaan tidak adil dan kecewa tentu sangat tidak menyenangkan ketika hadir diwaktu yang tidak tepat. Pastinya.... tidak seorang pun yang menginginkan kondisi seperti itu. Justru sebaliknya. Namun, jika terlalu menampakkan wajah murung dan sedih tentu hal itu menjadi bentuk kekalahan terhadap keadaan. Padahal hidup harus terus  berjalan seperti roda yang berputar. Tidakkah kita menyadari bahwa saat itu kita seperti seorang pecundang. Menyerah tanpa mengerahkan segala tenaga untuk berjuang melawan amarah yang bisa berujung dengan keserakahan? Haruskah kita bersikap seperti itu? Sadarlah.... bahwa hidup terlalu mudah untuk mengalah sekarang ini. Masih ada banyak hal yang harus dibenahi. Terutama diri sendiri. Janganlah terlalu berlarut-larut dengan keadaan yang begitu memuakkan dan berakhir dengan penyesalan. Memang... hidup tidak lah mudah. Tetapi..., hidup akan menjadi mudah tergantung dengan cara pandang kita dalam menghadapi setiap keadaan yang menyesakkan. 

Ketika kita mencoba untuk mengubah sudut pandang itu. Tentunya kita harus sudah menerima segala hal yang tidak menyenangkan saat itu. Cobalah bangun keyakinan pada diri sendiri, pastinya dibalik batu karang yang berderet-deret, padat dan gelap akan ada celah dimana kita bisa keluar dari benteng keterpurukan. Ya... kemungkinannya kartu keberuntungan tidak berfungsi disaat kita benar-benar membutuhkan. Terkadang kejadian-kejadian yang mengejutkan datang tanpa adanya kartu itu. Tapi, keyakinan, keigigihan, keikhlasan dan kemauan yang kuat bisa membantu mengancurkan benteng keterpurukan itu. Terlalu lama mendekam di dalamnya bisa menjadi kemunduran bagi diri sendiri. Waktunya untuk bangkit dan menyingkirkan segala ego dalam diri. 

Kartu keberuntungan bukanlah suatu hal yang bisa diandalkan. Hidup tidak selalu bergantung dengan keberuntungan karena dibalik keberhasilan seseorang ada doa yang terus diucapkan dengan rasa tulus, ikhlas dan tawakal juga tidak luput dengan kerja keras yang setiap waktu dilakukan untuk mencapai hasil yang sesuai harapan.

Ya... mungkin wajar jika sebagai manusia terkadang ada perasaan iri ketika ada orang lain mendapatkan kebahagiaan atau keberhasilan. Namun, jika perasaan itu terus dipelihara dan tidak terkontrol justru bisa menjadikan diri sendiri sebagai manusia yang kurang bermartabat.

MOOD #1

FASE APA INI?


Saat dimana aku bingung, bosan, lelah, dan berujung dengan tetesan air mata. Aku tidak tahu sedang berada di tahap kehidupan seperti apa? Hanya ingin menyendiri atau bercerita tentang perasaan randomku ini. Terkadang aku hanya ingin berdiam diri dan merenungi segala sendu kehidupan yang sedang menamparku sekarang ini. Aku merasa bahwa segala sesuatu sedang tertuju dan terpusat pada diriku. Hal-hal buruk yang menguji kesabaran dan ketenangan batinku. Aku merasa dipersalahkan dan bertanggung jawab atas berbagai hal yang berkaitan dengan diriku. Dan itu terjadi beruntutan hingga sekarang ini.

Aku tidak tahu harus mengambil langkah seperti apa! Aku ingin melawan fase ini, tapi niat itu belum cukup untuk sekarang. Di saat aku hanya ingin diam dan membiarkan semuanya berlalu dan mengalir begitu saja tanpa berbuat apapun. Aku menyadari bahwa apa yang sedang kuhadapi sekarang tidaklah seberat yang sedang orang lain hadapi. Apa aku terlalu melebih-lebihkan? Tapi yang aku tahu bahwa setiap orang mempunyai "power of survive" yang berbeda. Meskipun kita dibekali kekuatan untuk melaluinya. Namun, di waktu tertentu, perasaan stagnan itu ada. Perasaan dimana kita merasa kalah dan menyerah.

Apakah aku harus mengalah begitu saja? tentu tidak. Aku menunggu moodku kembali stabil dan bisa memulai membenahi satu per satu. Kadang kala fase seperti ini juga berdampak pada circle pertemananku. Yah... tidak semua orang tahu apa yang dialami orang lain. Fase seperti ini membuatku perlu bercerita paada seseorang dan didengarkan itu sudah cukup. Aku tidak mengharapkan suatu yang lebih. Entahlah, aku tidak tahu lagi. Dengan menuliskannya saja melalui blog ini itu sudah merupakan kemajuan besar bagiku meskipun tidak ada umpan balik terhadap tulisanku. Tapi aku meyakini, setidaknya ada yang membaca. Itu pun aku sudah sangat bersyukur....😇




PENILAIAN

Niat dan Kebaikan


Semua itu berawal dari perasaan. Perasaan yang membuat diri kita menjadi lelah menghadapi kenyataan dan berakhir dengan kecurigaan. Ya... hal itu bisa terjadi saat kita melihat seseorang yang tidak kita sukai. Dalam hal apa? Ada banyak hal, tetapi kemungkinan terburuknya kita hanya melihat sisi kejelekan dari orang itu. 

Ketika kita melihat orang yang tidak kita sukai. Apa yang kita rasakan? perasaan benci, tidak suka ketika melihat mereka bahagia, sukses dan melihat tingkah yang mereka lakukan. Sejujurnya berat memang mengetahui fakta bahwa ketika kita membenci orang yang dilihat hanya sisi buruk tetapi sebenarnya orang itu mempunyai segudang kebaikan yang tidak pernah terlihat dihadapan kita. Lantas. Bagaimana kita harus menyikapinya? 

Menurutku, kebencian atau rasa tidak suka terhadap seseorang tidak bisa menutup kemungkinan perbuatan baik yang dia lakukan. Meskipun kita tahu bahwa ada ketidak cocokan kita terhadap kepribadian orang itu. Namun, bukan berarti kita tidak bisa mendukung atau menyemangati mereka. Ya... betul, mereka bukanlah orang yang kita sukai. Akan tetapi, cobalah membuka mata dan pemikiran saat mereka mencoba untuk melakukan perbuatan baik dan dapat memberikan solusi dari sebuah permasalahan. Bukankah itu suatu inovasi yang keren? 

Apa yang aku ketahui mungkin tidak sepenuhnya benar. In my opinion, kadang kebencian itu menutup mata kita untuk melihat kebaikan orang. Itu karena kita hanya berpikiran negatif terhadap orang yang tidak kita sukai. Bisa saja kita berpikiran seperti "Ah, dia hanya mencoba menarik perhatian saja! Lihatlah lagaknya yang sombong!". Bukan seperti itu, tapi cobalah kita mendukung kebaikan yang dia lakukan. Kita tidak pernah tau hati dan pikiran masing-masing orang. Niat apa yang dia rencanakan. Akan lebih baik jika kita bisa mengapresiasi kebaikan yang dilakukan dan jangan sampai kita merusak kebaikan yang orang itu lakukan. 

KISAH KUSUT

Mengerti?



Kenyataan yang menyesakkan bahwa terkadang dunia begitu kejam terhadapmu meskipun kamu sudah berusaha menjalaninya dengan baik. Tapi... kehidupan seperti itu membuat seseorang menjadi lebih kuat, mandiri dan dewasa menghadapi berbagai permasalahan yang menghadapinya dengan lebih bijaksana. Memang, tidak mudah untuk terus menerus bersikap baik sementara orang lain bersikap tidak menyenangkan terhadap dirimu. Ada satu hal yang perlu disadari bahwa "Hey, kamu itu hebat. Bagaimana tidak hebat? kalo nyatanya kamu bisa bertahan hingga sekarang.", Tidak bisa dipungkiri jika kita tidak bisa memukul ratakan kemampuan masing-masing orang. 

Ya... betul, setiap orang dianugrahi kekuatan dengan tingkatan yang berbeda dan bahkan kita tidak tau seberapa besar kekuatan itu. Tahukah kamu kekuatan seperti apa yang dimaksud. Itu adalah kekuatan dari hatimu, jiwamu dan tekadmu ketika kamu menanamkan dalam dirimu sendiri bahwa "Semuanya akan baik-baik saja, tidak perlu terlalu khawatir, jalani dengan baik dan tetaplah terus menjadi orang baik". Menurutku itu sebagai bentuk keyakinan dalam diri bahwa "Kamu pasti bisa melaluinya, percayalah badai pasti berlalu dan akan digantikan dengan matahari yang bersinar terang, dengan awan putih yang menghiasi langit dan terdengar burung-burung saling berkicauan yang menandakan bahwa ini hari yang indah, cuaca sangat cerah".

Selain itu juga berdamailah dengan dirimu sendiri baik dengan kekuranganmu, kelebihanmu, dan orang-orang yang telah menyakitimu. Ketika kamu tidak bisa melakukan hal itu dan memikirkannya terlalu dalam, kamu akan merasa kelelahan. Karena apa? Itu karena kamu tidak mau mencoba menjalin hubungan yang baik dengan segala sesuatu hal yang kamu anggap menjatuhkan dirimu sendiri. Cobalah untuk bekerja sama dengan baik dan bangun pondasi yang kuat dengan hal itu. Ketika kamu bisa melakukannya, kamu akan menyadari bahwa kehidupan bisa dijalani dengan ringan dan menyenangkan. Dan rasa lelah itupun akan berangsur-angsur memudar seiring bergantinya waktu.



Suasana Hatiku

Sebuah Pertemanan #2


Aku heran saja dengan pertemanan seseorang yang membuatku bertanya-tanya. Terkadang sebuah pertemanan menjadikan keobjektifitasan seseorang menjadi melemah. Sejujurnya aku kurang mengerti mengapa membela teman mereka meskipun mereka itu salah. Bukankah akan lebih baik jika kita memberitahu apa kesalahan mereka dan menunjukkan suatu hal yang benar? Memang tidak mudah untuk berucap kata yang mungkin bisa menyinggung perasaan seseorang. Akan tetapi, jika itu untuk kebaikan, kenapa tidak? Kita tidak perlu untuk mengumbar kesalahan itu, tetapi cukup dengan pendekatan secara interpersonal.

Di sisi lain, tidaklah mudah untuk menahan diri untuk tidak berkata kasar ketika mendapati seorang teman yang sedang berusaha menutupi kesalahan temannya. Meskipun begitu aku mencoba untuk memahami dan menghargai sikap mereka, cara mereka untuk melindungi harga diri temannya dan mungkin makna sebuah pertemanan bagi mereka. Pastinya teman terdekatlah yang mengetahui kondisi kita yang sebenarnya. 

Suatu waktu aku merasa lelah menghadapi orang-orang yang terlalu mendominasi dalam sebuah kelompok. Aku berusaha mengerti jika kecenderungan dalam berteman tentu akan membuat jaring-jaring pertemanan yang lebih luas dan membentuk sebuah kelompok. Namun, esensi dari sebuah pertemanan bukanlah dilihat dari kuantitas tapi kualitas. Memang betul jika semakin banyak teman akan semakin mudah untuk mendapatkan informasi. Mungkin bisa saja aku salah menilai. Tapi dari apa yang aku ketahui bahwa kualitas dalam pertemanan lebih berharga daripada jumlah teman yang begitu banyak dan tidak ada seseorang yang benar-benar menjadi teman terdekat.