Beautiful Life


THE HEAL #1


Satu per satu orang terdekatmu pergi. Tidak ada satu orangpun yang mengetahuinya kecuali dirimu. Seperti gelas pasir, ketika kamu melalui hari-hari yang tidak menyenangkan dan kemudian ada saat dimana semuanya berbalik, memulai dari awal layaknya gelas pasir (sandglass). Kamu bisa memulai hari-hari yang menyenangkan bersama dengan orang-orang terdekatmu. Mungkin semua orang menginginkan moment seperti itu. Dimana bisa menghabiskan waktu dengan keluarga, sahabat dan teman terdekat dan melalui hari demi hari dengan sebuah senyuman, canda, tawa dan kebahagiaan. Tidak ada konflik ataupun perdebatan yang menyebabkan perpecahan dan tetesan air mata. Moment itu ibarat sebuah tempat impian yang sangat dinantikan setiap orang. Sebagai sebuah tempat keberangkatan dan kedatangan yang akan selalu ada orang yang menyambut dan menunggumu. "Apakah aku sedang berkhayal sekarang? Khayalanku terlalu tinggi", batinku. Namun,.... di sisi waktu yang lain ada orang yang sedang bersedih di luar sana. Semua orang tidak tau apa yang dia rasakan sekarang. Dia merasakan kesedihan yang mendalam dan dialami seorang diri. Dia merasa hidup seorang diri dan menghadapinya sendiri. Bagaimana dia bisa merasa lega ketika tidak ada seorang teman yang bisa menjadi tempat dia berbagi cerita dalam suka dan duka. Hanya seorang teman saja itu sudah cukup. Konyol sekali sebuah kehidupan yang menuntut seseorang banyak hal tetapi tuntutan itu membuatnya tertekan dan frustasi. Aku harap dia baik-baik saja. Aku harap dia bisa mengobati rasa sakitnya dan bisa mengawali hari-hari yang menyenangkan. Jadi, inilah kehidupan ada saat dimana kamu menangis dan tertawa sendiri atau bersama orang terdekatmu.

My Deepest Heart

Sebuah Pertemanan #1

       Ketika menyadari bahwa teman-teman kamu hidup dengan membatasi diri mereka dengan teman lainnya dalam artian mereka hidup dengan mengkotak-kotakkan teman-teman mereka dan seolah-olah ada sekat/batas/dinding yang membuat orang lain bahkan tidak bisa melewati dinding itu. Terkadang aku pun heran, entah aku sebenarnya tau atau tidak. Saat aku melihat temanku diantara teman-temannya. Terlihat dia bersama dengan temannya tetapi yang aku amati bahwa sebenarnya dia sedang sendiri. Entah aku yang sok tau atau terlalu melebihkan sesuatu. Akan tetapi ekspresi wajahnya seperti menunjukkan bahwa dia dan teman-temannya sedang dalam keadaan yang tidak baik. Meskipun begitu, dia tetap menutupi kecacatan yang terjadi antara pertemanan mereka. Jujur aku pun bingung, sebenarnya akulah orang yang terlihat sendiri tanpa teman-teman disekelilingku. Namun, aku merasa bahwa kesendirianku tanpa dikerumuni oleh teman-teman bukan berarti aku tidak punya teman. Ketakutanku hanya satu ketika aku berpikir bahwa aku sendiri dalam sekumpulan orang-orang yang sedang bercanda, bergurau dan tertawa bersama dengan teman mereka tanpa aku tahu bagaimana cara aku memulai sebuah percakapan dengan mereka atau ikutan gabung dalam pertemanan mereka. Tetapi kenyataanya aku seperti orang yang diabaikan. Aku tidak berusaha yakin bahwa saat itu akulah orang yang kesepian dalam keramaian. Tentu tidak. Aku berusaha berpikir bahwa aku tidak sendiri, aku punya Allah SWT, aku punya keluarga, sahabat dan teman-teman yang tentunya tidak terduga selalu mendukungku. Aku meyakini hal itu. Hal yang membuatku sedih adalah ketika kamu menganggap seseorang sebagai teman atau ada temanmu yang meminta kamu untuk menjaga temannya akan tetapi dia tidak menganggapmu sebagai teman. Pikirku begitu. Aku harap pikiranku salah...