My Deepest Heart

Sebuah Pertemanan #1

       Ketika menyadari bahwa teman-teman kamu hidup dengan membatasi diri mereka dengan teman lainnya dalam artian mereka hidup dengan mengkotak-kotakkan teman-teman mereka dan seolah-olah ada sekat/batas/dinding yang membuat orang lain bahkan tidak bisa melewati dinding itu. Terkadang aku pun heran, entah aku sebenarnya tau atau tidak. Saat aku melihat temanku diantara teman-temannya. Terlihat dia bersama dengan temannya tetapi yang aku amati bahwa sebenarnya dia sedang sendiri. Entah aku yang sok tau atau terlalu melebihkan sesuatu. Akan tetapi ekspresi wajahnya seperti menunjukkan bahwa dia dan teman-temannya sedang dalam keadaan yang tidak baik. Meskipun begitu, dia tetap menutupi kecacatan yang terjadi antara pertemanan mereka. Jujur aku pun bingung, sebenarnya akulah orang yang terlihat sendiri tanpa teman-teman disekelilingku. Namun, aku merasa bahwa kesendirianku tanpa dikerumuni oleh teman-teman bukan berarti aku tidak punya teman. Ketakutanku hanya satu ketika aku berpikir bahwa aku sendiri dalam sekumpulan orang-orang yang sedang bercanda, bergurau dan tertawa bersama dengan teman mereka tanpa aku tahu bagaimana cara aku memulai sebuah percakapan dengan mereka atau ikutan gabung dalam pertemanan mereka. Tetapi kenyataanya aku seperti orang yang diabaikan. Aku tidak berusaha yakin bahwa saat itu akulah orang yang kesepian dalam keramaian. Tentu tidak. Aku berusaha berpikir bahwa aku tidak sendiri, aku punya Allah SWT, aku punya keluarga, sahabat dan teman-teman yang tentunya tidak terduga selalu mendukungku. Aku meyakini hal itu. Hal yang membuatku sedih adalah ketika kamu menganggap seseorang sebagai teman atau ada temanmu yang meminta kamu untuk menjaga temannya akan tetapi dia tidak menganggapmu sebagai teman. Pikirku begitu. Aku harap pikiranku salah...

       




0 comments:

Posting Komentar