Niat dan Kebaikan
Semua itu berawal dari perasaan. Perasaan yang membuat diri kita menjadi lelah menghadapi kenyataan dan berakhir dengan kecurigaan. Ya... hal itu bisa terjadi saat kita melihat seseorang yang tidak kita sukai. Dalam hal apa? Ada banyak hal, tetapi kemungkinan terburuknya kita hanya melihat sisi kejelekan dari orang itu.
Ketika kita melihat orang yang tidak kita sukai. Apa yang kita rasakan? perasaan benci, tidak suka ketika melihat mereka bahagia, sukses dan melihat tingkah yang mereka lakukan. Sejujurnya berat memang mengetahui fakta bahwa ketika kita membenci orang yang dilihat hanya sisi buruk tetapi sebenarnya orang itu mempunyai segudang kebaikan yang tidak pernah terlihat dihadapan kita. Lantas. Bagaimana kita harus menyikapinya?
Menurutku, kebencian atau rasa tidak suka terhadap seseorang tidak bisa menutup kemungkinan perbuatan baik yang dia lakukan. Meskipun kita tahu bahwa ada ketidak cocokan kita terhadap kepribadian orang itu. Namun, bukan berarti kita tidak bisa mendukung atau menyemangati mereka. Ya... betul, mereka bukanlah orang yang kita sukai. Akan tetapi, cobalah membuka mata dan pemikiran saat mereka mencoba untuk melakukan perbuatan baik dan dapat memberikan solusi dari sebuah permasalahan. Bukankah itu suatu inovasi yang keren?
Apa yang aku ketahui mungkin tidak sepenuhnya benar. In my opinion, kadang kebencian itu menutup mata kita untuk melihat kebaikan orang. Itu karena kita hanya berpikiran negatif terhadap orang yang tidak kita sukai. Bisa saja kita berpikiran seperti "Ah, dia hanya mencoba menarik perhatian saja! Lihatlah lagaknya yang sombong!". Bukan seperti itu, tapi cobalah kita mendukung kebaikan yang dia lakukan. Kita tidak pernah tau hati dan pikiran masing-masing orang. Niat apa yang dia rencanakan. Akan lebih baik jika kita bisa mengapresiasi kebaikan yang dilakukan dan jangan sampai kita merusak kebaikan yang orang itu lakukan.
0 comments:
Posting Komentar