Penutup Luka
Aku sedang mengalami fase dimana aku seperti terjebak dalam jeruji penjara. Ada banyak hal yang aku alami dalam satu bulan ini dan sungguh mengejutkan. Di saat itulah aku benar-benar membutuhkan bantuan orang lain yang bisa kupercaya. Pikiranku sangat penuh dan moodku selalu berubah lebih sering daripada biasanya. Apa kalian mengerti apa yang aku rasakan? Sangat tidak menyenangkan. Aku yakin setiap orang pernah mengalami fase-fase sulit. Bagiku, kejadian yang menimpa diriku temasuk suatu hal yang sulit. Aku berharap orang lain tidak menganggap enteng hal itu. Karena setiap manusia mempunyai kekuatan mental yang berbeda. Kadang kala dalam satu hari aku menangis tersedu sedu meratapi diriku yang begitu bodoh dan lemah. Dan di hari esoknya, aku kembali ceria seolah tidak ada hal-hal buruk yang terjadi. Terkadang aku sangat marah pada diriku sendiri, kecewa dan ingin rasanya melukai diri sendiri. Tidak lah mudah melalui fase yang mana kita harus bisa berdamai dengan keadaan diri sendiri ataupun keadaan di luar diri kita. Aku mencoba untuk menceritakan kesulitan yang sedang aku alami. Memang ada beberapa orang yang bersedia mendengarkan ceritaku atau kadang karena aku terlalu lelah untuk menyimpannya tanpa sengaja aku menceritakan kejadian yang membuatku terluka. Terlihat miris seolah tidak ada teman untuk bercerita. Akan tetapi, bagiku semakin sedikit orang yang tahu membuat perasaanku terjaga. Ya.... pernah aku berbohong hanya untuk melindungi diriku sendiri. Aku terlihat seperti orang yang egois. Aku pikir itu dapat membantuku mengalihkan pikiranku dari perasaan sedih yang sedang menyelimuti diriku untuk saat ini. Apakah aku berlebihan? Mungkin bagi orang lain itu hal yang biasa tapi bagiku sebaliknya. Tentu saja, aku belajar dari apa yang aku alami. Mestinya aku berharap kejadian buruk itu tidak terjadi lagi. Aku juga berusaha melihat dari sisi baiknya. Karena jika aku terus menerus memikirkan hal-hal buruk itu bisa menghambat diriku untuk bangkit dan keluar dari jeruji kegelisahan. Aku tidak mau terus menerus berada di ruangan gelap yang menakutkan. Aku harap tidak ada yang salah memahami tulisanku ini. Akupun tidak menginginkan jika ada seseorang yang mengalami hal serupa sepertiku. Aku percaya segalanya akan berjalan baik-baik saja. Tidak perlu cemas.
0 comments:
Posting Komentar