Tokoh Figuran
Darimana aku harus memulai tulisan ini? Bodohnya
kenapa aku menanyakan hal itu di awal tulisan? Sangat tidak lucu ya? Mari kita
mulai, anggap saja aku sedang ber-halu ditulisan ini. Aku menyadari bahwa
segala hal yang terjadi padaku terkadang terlalu tiba-tiba dan belum siap untuk
aku hadapi. Kenapa? ya tentunya kita sudah membuat daftar rentetan rencana yang
sekiranya bisa berjalan dengan baik tetapi malah sebaliknya. Apa yang
direncanakan terkadang memang tidak sesuai ekspektasi.
Memang kita seharusnya hanya berusaha selayaknya tokoh yang sedang berperan
dalam kehidupan. Begitulah, kita tidak asing bukan mendengar kalimat bahwa
dunia ini merupakan panggung sandiwara. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha
dan tidak lupa untuk berdoa. Tentu... dalam menjalankan peran di kehidupan
kadang kala aku merasa menjadi tokoh yang dikesampingkan dan sering diabaikan.
Layaknya sebuah drama dimana tokoh utama yang selalu mendapat perhatian dan pujian.
Sejujurnya, bukan persoalan tentang perhatian atau segala tetek bengeknya.
Memang tokoh utama selalu disoroti dengan cahaya matahari. Lantas bagaimana dengan
tokoh figuran? Haha pasti tau sendirilah. Di saat tokoh utama sedang beraksi di
stage, semua penonton hanya akan tertuju
dengan tokoh utama. Aneh si kenapa aku membahas tokoh figuran. Di waktu tertentu
beberapa proses kehidupan berjalan dengan semestinya. Tapi ada kalanya aku
menjadi tokoh figuran dalam drama kehidupan seseorang. Sungguh ironi bukan? Aku
tidak bisa mengubah diriku sendiri untuk menentukan takdirku sendiri ketika
bersinggungan dengan drama kehidupan seseorang. Aku yakin setiap orang punya
cerita masing-masing dengan kehidupannya. Dan aku pikir, setiap orang akan
menjadi tokoh utama dalam cerita kehidupannya masing-masing. Entahlah akupun
mulai bingung melanjutkan tulisan ini. Jadi sebenarnya apa yang sedang aku
tulis?
Aku bukanlah tipikal manusia yang suka mendapat perhatian di tengah
kerumunan banyak orang. Tetapi aku kesal ketika ceritaku bersinggungan ataupun tidak dengan
orang lain tetapi aku mengalami banyak kejadian. kenapa hal itu bisa terjadi dan membuatku selalu
bertanya-tanya kesalahan apa yang aku lakukan? Kenapa disaat aku ingin
mengubahnya aku tidak bisa melakukan hal itu? Aku pikir ini bisa menjadi salah
satu challange. Setiap cerita
kehidupan masing-masing manusia juga punya tantangannya sendiri. Tetapi aku
benci jika beberapa challange membuatku
terjebak pada box yang tertutup dan rapat yang membuatku sesak. Maaf terlihat
berlebihan. Bagiku bisa melewati hari demi hari dengan perasaan senang dan bahagia
itu menjadi salah satu kemajuan kecil. Bagaimana aku harus menjelaskan hal ini?
Balik lagi ke topik tentang tokoh figuran. Aku hanya ingin mengubah takdirku
dikala aku berada dalam drama kehidupan orang lain. Karena disaat aku berada
dalam lingkaran drama kehidupan seseorang, sebagai tokoh figuran tidak begitu
banyak hal yang bisa dilakukan. Mungkin jika aku tidak menyadari bahwa aku
sebagai bagian dari pemeran dalam drama kehidupan seseorang. Aku akan merasa
lebih baik dan menjalani kehidupan seperti biasanya, tanpa memkirkan hal konyol
seperti ini. Ketika aku mulai menyadari bahwa ternyata aku menjadi tokoh
figuran yang tidak bisa menentukan nasibku sendiri pastinya akan melelahkan dan
menjengkelkan. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mencoba dan mengubah suatu
ketidakmungkinan menjadi mungkin. Meskipun kemungkinan kecil dan aku bukan
tokoh utama. Tapi setiap manusia mempunyai preferensi dan cara masing-masing
untuk survive dan membuat ceritanya
sendiri. Dan aku yakin setiap orang bisa mengubah takdirnya. Abaikanlah tulisan
dari awal sampe akhir. Kelihatan absurd ya? Namanya juga halu.
0 comments:
Posting Komentar