Sisi yang Berbeda


BRAVE #1


Dua tahun berlalu semenjak aku lulus SMA. Sekarang aku sudah menginjak semester 5. Terbilang cukup lama bagiku untuk tidak menghubungi teman-teman SMA ku dan menghilang perlahan-lahan. Aku harap mereka lupa padaku. Ketakutanku terhadap masa SMA yang menurutku kurang menyenangkan dan membuatku putus harapan. Sebuah keberanian itu muncul ketika aku berada di semester 5 bangku perkuliahan. Butuh waktu yang tidak singkat untuk menghubungi teman-temanku bahwa sekarang ini aku membutuhkan bantuan mereka. Terlepas dari rasa khawatir dan ketakutan yang masih menghantuiku hingga sekarang ini. Aku berharap bisa menghapus segala overthinking negatif yang menghalangiku selama ini. Seperti mencicipi makanan yang jarang sekali dimakan dan suatu hari makanan itu dihidangkan kembali untuk dicicipi. Cukup berat, tapi tidak apa untuk mencoba karena tidak seburuk seperti dugaanku. Pernah terpikir bahwa aku dapat bertahan dengan kondisi seperti ini. Kondisi dimana mentalku akan selalu baik-baik saja tanpa bertemu teman lama. Bukan suatu gurauan atau hinaan. Melainkan suatu pertemuan yang menyesakkan bagiku. Apa aku terlalu baper atau bagaimana. Sejujurnya aku tidak merasa nyaman. Aku menyadari bahwa setiap orang berubah. Begitu pula denganku. Akan tetapi, perubahan seperti apa, bagaimana dan ke arah mana yang membuat orang menjadi begitu berbeda. Pastinya, harapan semua orang perubahan itu mengarah hal yang baik. Namun, aku tidak tau bagaimana orang menilai baik atau tidak. Ketika orang lain mengira sudah cukup baik, aku tidak sependapat dengan hal itu. Sebaliknya ketika aku mengira sudah baik, orang lain mengatakan tidak. Jadi, sebenarnya standar semacam apa yang mereka gunakan? Atau aku yang terlalu berlebihan menanggapinya? Mungkin itulah yang membuat mentalku belum siap, ketidaksiapan itu menyudutkanku untuk terus kabur, lari, bersembunyi dan menyelam dalam kegelapan. Bukan kegelapan dalam hal kejahatan. Lebih ke arah pada hal yang terlihat menyedihkan dan kesendirian. Itu tidaklah benar. Jangan ditiru. Aku berusaha untuk keluar dari kegelapan itu dan mencari setitik harapan sehingga aku bisa kembali menjadi diriku yang sebenarnya. Apa yang terjadi padaku pada saat itu? Sekarang aku sudah berubah, aku berbeda dari yang dulu. Semoga aku yang sekarang tidak menjengkelkan seperti aku yang dulu.

0 comments:

Posting Komentar